SOSIALISASI GERAKAN 2 IN 1

Sejumlah siswa-siswi SMAN 6 Banjarmasin melakukan aksi turun ke jalan guna menyosialisasikan gerakan 2 in 1 di masyarakat.

KERJASAMA SMAN 6 BANJARMASIN DENGAN PIHAK TERKAIT

SMAN 6 Banjarmasin menjalin kerjasama dengan Dinas Perhubungan dan POLDA Kalimantan Selatan guna mendukung gerakan berkendara 2 in 1.

PERINGATAN HARI JADI KOTA BANJARMASIN

SMAN 6 Banjarmasin mengambil tema lingkungan sebagai tema mobil hias yang digunakan untuk konvoi dalam serangkaian acara Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin.

GREEN GARDEN

Berkebun di sekolah dapat dilakukan guna menghijaukan sekolah dan melestarikan lingkungan.

SAVE OUR EARTH, SAVE OUR NATION

Marilah kita jaga bumi kita demi kelangsungan bangsa dan dunia.

Senin, 16 Januari 2012

Green Flame, Bahan Bakar Berbentuk Jelly

Kampus ITS - Konon, Green Flame ini terinspirasi dari acara pernikahan milik salah satu teman Ferdi. Dalam pernikahan tersebut, terdapat seperangkat prasmanan yang disediakan. Di tengah acara, tiba-tiba pemanas prasmanan tersebut bermasalah. Spiritusnya habis, sehingga harus ada orang yang mengisi ulang.

Wujud spiritus yang cair membuat banyak cairan yang tumpah. Alhasil, terjadi kebakaran yang membakar prasmanan tersebut. Selain mudah tumpah, spiritus juga tidak efektif. Karena cair, ia mudah mengenai tangan. "Padahal, setelah itu pengurus cattering tersebut harus memegang makanan," tegas Ferdi.

Dari situlah Ferdi terinspirasi untuk melahirkan Green Flame. Dengan telaten Ferdi menjelaskan proses pembuatan alat pembakar gel ini. Dimulai dengan pengental bahan baku yang dicampurkan methanol, kedua bahan itu lalu dimasukkan ke dalam blender untuk di-mix. Proses pencampuran ini bertujuan agar mendapatkan hasil berupa jelly secara tepat. Setelah itu, barulah dilakukan pengemasan. Tak ubahnya kompor gas, jelly Green Flame ini jugat dapat menghasilkan nyala api berwarna biru.

Selain kemasannya yang higienis dan mudah dibawa, keunggulan lain produk ini adalah bentuknya yang gel. Hal ini menjadikan Green Flame tak mudah menguap. "Jika dibiarkan terbuka kalengnya, dua setengah hari baru habis," tutur Ferdi menerangkan. Ferdi menjelaskan, target pasar produk ini sangat luas. Dari TNI dan Polri yang sedang bertugas, cattering, pecinta alam, pramuka, bahkan anak kos pun Ferdi sebutkan sebagai target pasar Green Flame.

Kreativitas Ferdi tak berhenti sampai di situ. Sebagai sarjana yang juga mengalami fase sebagai mahasiswa dan ngekos, Ferdi lalu menciptakan Smart Stove. "Biasanya, anak kos kalo lagi musim hujan seperti ini suka lapar, dan nggak bisa masak,'' sambung Ferdi. Alasannya, tentu saja karena  tidak ada kompor dan membawa hitter pun membutuhkan biaya. 

Oleh karena itu, terciptalah Smart Stove. Kompor kecil ini diisi dengan bahan bakar Green Flame. Harga yang dipatok Ferdi pun relatif ramah kantong. Satu paket kompor tersebut dijual dengan harga Rp.35000. "Jika sudah punya kompornya, selanjutnya hanya beli refill-nya saja, Rp.8000," lanjutnya. Kemampuan Smart Stove pun tak perlu diragukan. Untuk memasak mi instan misalnya, Smart Stove hanya menghabiskan waktu tak lebih dari 15 menit.

Sudah delapan bulan sejak Green Flame diproduksi. Dalam satu bulan terakhir, produk yang dikeluarkan oleh PT Joy-Fresh International ini telah terjual mencapai sepuluh ribu kaleng. "Kebanyakan dipasarkan di Kalimantan untuk prasmanan," tuturnya.

Sepertinya dewi fortuna benar-benar ada disisi Ferdi bersama Green Flamenya. November lalu, Ferdi diundang menghadiri acara coffee break di TV One terkait dengan produk barunya tersebut. Kali itu, Green Flame, baru saja menjuarai kompetisi Bisnis Technopreneur Inovasi Untuk Kesejahteraan Rakyat 2011 yang digelar oleh Kementerian Riset dan Teknologi RI.

Tak hanya itu, Desember lalu perusahaan milik Ferdi ini telah menginspirasi orang lain lewat acara bertajuk Cara Berpikir Rahasia Wiraswastawan (Caberawit). Sebuah program untuk wirausaha yang tayang di stasiun TV nasional, SCTV.

Bahkan Januari ini pun masih menjadi saat-saat kebanggaan ITS kepada produk baru milik entrepreneur yang mengawali sepak terjangnya lewat Hetric Lamp tersebut. Pasalnya, di awal tahun 2012 ini Green Flame diundang Universitas Ciputra menginspirasi orang lain di Metro TV. "Dibarengi dengan mengingkatkan promosi ke seluruh Indonesia," tutur Ferdi sambil tersenyum.

Berbagai penghargaan pun disabet Ferdi lewat produk baru ini. Diantaranya juara 2 Start Up Icon Regional Jawa Timur oleh Honda New Wave Marketeers 2011 dan Special Award Inspiring Business oleh E-Ideas British Council Indonesia 2011.

Rabu, 11 Januari 2012

LKTI Nasional UB Malang

Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional 2012 merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian acara dari Himatitan Great Event 2012. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Adapun tema LKTI tahun ini adalah "Green Marketing, Karya Cipta Produk Agroindustri Berbasis Ramah Lingkungan".
Pada LKTI ini, peserta SMA/MA Sederajat akan mengirim abstrak terlebih dahulu dari karya tulis dan rancangan produk yang akan dibuat sesuai dengan tema dan sub tema yang telah ditentukan. Peserta hanya dapat memilih satu sub tema yang telah disediakan, yaitu:
1. Menciptakan produk dengan karakteristik dan komposisi ramah lingkungan.
2. Menciptakan desain penggunaan kemasan yang ramah lingkungan.
3. Sistem pengawetan pangan yang ramah lingkungan.

Jadwal Pelaksanaan Lomba :
Jenis kegiatan
Tanggal
1. Pengumpulan  abstrak
2. Pengumuman seleksi abstrak
3. Pembuatan karya tulis
4. Pengumuman karya tulis
5. TM + talk show
6. Persentasi finalis
7. Seminar + pameran + bazar
 6 Februari 2012
13 Februari 2012
13 – 27 Februari 2012
12 Maret 2012
 5 April 2012
6 April 2012
7 April 2012

Penghargaan:
Kategori SMA/MA Sederajad
Kategori
Bentuk apresiasi
Kuota
Juara 1  peserta sub panel 1 (menciptakan produk dengan karakteristik dan komposisi ramah lingkungan)
  •   Tropy
  • Uang tunai Rp 1.000.000
  • Sertifikat juara 1 dengan sub panel karakteristik produk ramah lingkungan
  •   Setifikat pemakalah tingkat nasional
1 Tim
Juara 1 peserta sub panel (menciptakan desain penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan)
  • Tropy
  •  Uang tunai Rp 1.000.000
  • Sertifikat juara 1 dengan sub panel desain kemasan ramah lingkungan
  • Sertifikat pemakalah tingkat nasional

1 Tim
Juara 1 peserta sub panel (sistem pengawetan pangan yang ramah lingkungan)
  • Tropy
  • Uang tunai Rp 1.000.000
  • Sertifikat juara 1 dengan sub panel pengawetan pangan ramah lingkungan
  • Sertifikat pemakalah tingkat nasional
1 Tim

sumber: http://higreat-himatitan.blogspot.com

Senin, 14 November 2011

LKTI Nasional bidang Peternakan UNDIP Semarang

Pada hari Kamis tanggal 10 November 2011 telah diadakan babak Grand Final LKTI Nasional bidang Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Dimana SMAN 6 Banjarmasin terpilih menjadi salah satu sekolah yang mampu menembus babak Grand Final ini.
Tim dari SMAN 6 Banjarmasin  yang diwakili oleh Romadhini Putri Wulandari, Andrean R. Juanizar, dan Rabiatul Adawiyah, serta guru pembina Nina Sri Wahyuni, S.Pd pun berangkat menuju Semarang pada hari Selasa tanggal 8 November 2011 untuk menghadiri babak Grand Final tersebut.
Foto kedatangan Tim SMAN 6 Banjarmasin di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang

Meskipun Tim SMAN 6 Banjarmasin belum berhasil meraih gelar juara, tetapi ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan karena mereka mampu menembus persaingan ketat Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional.
Pembagian hadiah

Berfoto bersama seluruh peserta Grand Final dan para panitia

Semoga hal ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMAN 6 Banjarmasin lainnya untuk dapat berprestasi lagi terutama di tingkat Nasional, serta diharapkan dilain kesempatan Tim SMAN 6 Banjarmasin dapat memenangkan kompetisi-kompetisi yang ada di tingkat kota, provinsi, serta nasional.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Ganggang Bisa Jadi Bahan Bakar Baru

fotoTEMPO Interaktif, Bandung - Ganggang bisa menjadi bahan bakar alternatif berupa bioetanol. Tanaman di air tawar dan payau itu lebih unggul dibanding bahan etanol yang terbuat dari singkong, ubi, atau jagung. Hasil penelitian mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya ilmiah ilmu hayati nasional di Institut Teknologi Bandung akhir pekan lalu.

Tim juara pertama yang beranggotakan Sulfahri dan Siti Muslihah dari Jurusan Biologi dan Teknik Lingkungan ITS Surabaya itu mengangkat riset tentang penggunaan ganggang jenis Algae Spyrogyra untuk bahan bakar alternatif berbentuk etanol. Dengan penambahan enzim-enzim alfa amilase dengan lama waktu fermentasi tertentu, mereka membuktikan tanaman ganggang bisa menjadi bahan bakar yang murah.

Menurut anggota dewan juri, Pingkan Adityawati, enzim alfa amilase biasa dipakai untuk proses pembuatan bioetanol dari bahan singkong, ubi, atau jagung. Kali ini, enzim tersebut dicoba pada ganggang. "Penelitian mereka sudah dekat untuk diterapkan," ujar dosen Pinkan yang juga dosen ITB itu.

Sulfahri dan Siti Muslihah sengaja tidak memilih singkong, ubi, dan jagung sebagai bahan etanol karena akan mengganggu pola konsumsi masyarakat. Sebagai gantinya, mereka melirik Algae Spirogyra. Jenis ganggang yang bisa tumbuh di air tawar dan payau itu terbukti punya kandungan karbohidrat yang tinggi. Perkembang biakannya pun bisa sangat cepat.

Jika dibandingkan, untuk menghasilkan bioetanol sebanyak 1 liter, dibutuhkan 8 kilogram ubi jalar, atau singkong 6,5 kilogram, atau 5 kilogram jagung. Dengan alga itu, cukup 0,67 kilogram saja.

Agar didapat hasil yang memuaskan, mereka juga menghitung waktu terbaik lama fermentasi alga dengan enzim. Kadar bioethanol tertinggi 9,32 persen diperoleh pada hari ke-10 dengan penambahan enzim amilase sebanyak 0,06 gram.

Ganggang jenis lainnya mengantar Tim Universitas Indonesia sebagai pemenang kedua. Tangguh Wijoseno, Aditya Rinus P Putra, Muhammad Iqbal, Faris Najmuddin Zahir, dan Haafizh Izzatullah menawarkan generasi ketiga teknologi alga. Mereka memanfaatkan nutrien limbah tahu sebagai medium pertumbuhan mikroalga Chlorella Sp.

Langkah itu, ujar mereka, untuk mengurangi masalah pemanasan global, pencemaran lingkungan, sekaligus pemenuhan biofuel untuk mendukung program energi campuran di Indonesia pada 2025.

Saat ini jumlah industri tahu di Indonesia mencapai 84 ribu unit usaha dengan kapasitas 25,6 juta ton per tahun. Massa jenis limbah tahu itu sebanyak 1,3 kilogram per liter. Total volume limbah tahu di Indonesia 5 juta lebih kilo liter per hari.

Dari penelitian itu, kultur Chlorella vulgaris dengan limbah tahu berpotensi menyerap gas karbondioksida. Setiap tahunnya bisa mengurangi 1,7 miliar kilogram CO2.

Adapun juara ketiga diraih Mardhatillah Sariyanti dari Universitas Indonesia tentang kloning gen Early-7 Human Papillomavirus Tipe 16. Juara pertama hingga ketiga mendapat hadiah uang sebesar Rp 7, 5, dan 3 juta.

Sebelumnya pada penyisihan tahap pertama, dewan juri meloloskan 7 finalis dari 20 peserta. Penilaian tahap dua dilakukan Sabtu (12/2) lalu di ITB. Kompetisi National Life Science Competititon yang digelar perdana oleh Himpunan Mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Nymphaea ITB ini ingin mencari penelitian baru asli karya mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan hasilnya bisa dipakai masyarakat.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Bus Layang Diperkenalkan di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com —  Keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki sistem transportasi dengan menggunakan sarana transportasi massal ditangkap konsorsium sarana transportasi untuk mengenalkan bus layang.

Investasi untuk bus ini jauh lebih murah, tidak mengambil jalur jalan, dan pembangunannya cepat
-- Jopie Widjaja

Bus layang ini telah dipakai di beberapa kota di China. Tahun depan, bus layang juga akan beroperasi di Brasil, Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan beberapa kota di Spanyol.
Menurut Jopie Widjaja, Presiden PT Infiniti Wahana, yang menjadi salah satu anggota konsorsium, bus layang memiliki sejumlah kelebihan dibanding moda angkutan massal lainnya.
"Investasi untuk bus ini jauh lebih murah, tidak mengambil jalur jalan, dan pembangunannya cepat," kata Jopie yang menggandeng PT Zebra Nusantara dan Shenzen Hashi Future Parking Equipment Co.
Konsep bus layang berbeda dengan konsep yang akan digarap DKI Jakarta, yaitu mengganti monorel dengan busway. Bentuk bus layang mirip kereta dengan empat gerbong. Bentuknya juga mirip bus tingkat, tetapi jauh lebih besar dan lebar karena mobil-mobil lain bisa melaju di bawah bus layang.  
Ini bisa terjadi karena bus tersebut memiliki dua kaki di kiri-kanannya yang berjalan di atas rel. Rel ini bisa diletakkan di tepi median jalan dan separator sehingga ada ruang bagi kendaraan lain untuk melintas di kolong bus layang. Menurut Jopie, investasi yang dibutuhkan bus layang hanya 15 juta dollar AS setiap kilometernya.
Sementara itu, subway membutuhkan 100 juta dollar AS per km, dan monorel 50 juta dollar AS per km. Selain itu, masa konstruksi bus layang hanya satu tahun, sementara subway enam tahun, dan monorel tiga tahun. "Biaya operasinya juga lebih murah dan sangat ekonomis. Lagi pula, ada sistem evakuasi penumpang," kata Jopie. Kapasitas bus layang sangat besar.
Satu gerbong bus setara dengan 10 kopaja atau sekitar 300 penumpang. Sementara itu, satu bus layang terdiri dari empat gerbong sehingga bisa menampung 1.200 penumpang. Dalam tahap awal yang ditawarkan di Jakarta, proyek jalan layang itu akan menggunakan jalur Kota-Blok M dengan mendirikan 21 halte dan 42 bus layang. Investasi bus layang dibiayai swasta murni (tanpa menggunakan APBD, termasuk saat operasional).
Tarif tiket Rp 5.000 sekali jalan dan menggunakan sistem build operation transfer (BOT) selama 30 tahun. Dengan penawaran konsep itu, kata Jopie, pihaknya akan memberikan manfaat bagi masyarakat di Jakarta. "Masyarakat akan mendapatkan angkutan aman, nyaman, cepat tanpa terkendala jalur busway dan sejenisnya," kata Jopie yang juga menawarkan hal ini ke Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.
Asisten Perekonomian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Hasan Basri Saleh, mengatakan akan mempelajari konsep ini. "Kami akan sampaikan ke Gubernur secepatnya," kata Hasan. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto menyatakan, pihaknya menilai konsep yang ditawarkan itu inovatif dan modern.
"Artinya, kita memang butuh sarana transportasi massal yang hemat energi, diterapkan dengan tarif terjangkau, dan diterima masyarakat. Jadi, ini memang sangat baik," katanya.

PACOM 2011, Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA

Pacom merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Ilmiah dan Studi Mahasiswa BEM KM FK Unair. Lomba ini adalah lomba karya tulis ilmiah yang bersifat invitasi dan terbuka bagi seluruh pelajar SMA/sederajat dari semua kelas (X, XI, dan XII) baik negeri maupun swasta yang ada di daerah Jawa, Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pacom 2011 ini akan mengundang pelajar SMA/sederajat yang berada di wilayah Jawa, Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Pelaksanaan babak Penyisihan diadakan di 27 kota yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, NTB, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, sedangkan babak semifinal, final, dan grand final diadakan pada tanggal 19 dan 26 November di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Tema : METABOLIC SYNDROME: STOP AND AVOID!
Hadiah bagi para pemenang:
Juara I     :  Uang Senilai Rp 2.000.000,00
Trophy Bergilir Gubernur Jawa Timur + Trophy Tetap
Juara II   :  Uang Senilai Rp 1.000.000,00
Trophy Bergilir Rektor UNAIR + Trophy Tetap
Juara III  :  Uang Senilai Rp 750.000,00
Trophy Bergilir Dekan UNAIR + Trophy Tetap
Petunjuk mengenai info persyaratan kepesertaan, subtema, sistematika karya tulis ilmiah dan alur pendaftaran yang lebih lengkap dapat didownload berupa file Petunjuk Pelaksanaan (JukLak) Pacom di halaman download

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More